<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Perempuan Api</title>
<link>http://perempuanapi.multiply.com/</link>
<description>~perempuan, yang selalu terbakar amarah sendirian...~</description>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 08:48:16 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Mon, 16 Jun 2008 11:39:40 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Perempuan Api</title>
<url>http://images.perempuanapi.multiply.com/logo</url>
<link>http://perempuanapi.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>tentang catatan dua tahun lalu</title>
<description>Suatu hari di tahun 2006, aku pernah menorehkan &#x3C;a href=&#x22;http://bergerak.blogspot.com/2006/09/kala-duit-tak-berharga.html&#x22;&#x3E;catatan&#x3C;/a&#x3E; ini:&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;NB; Nebeng Bentar.&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; &#x22;&#x3E;Gw ga pengen jadi perempuan yang mengajarkanmu melawan dan membantah orang tua. Gw ga mau jadi perempuan yang menghalangimu untuk berbakti. Demi ibumu, perempuan yang gw hormati, dan demi bapakmu, lelaki tempatmu mengabdi, gw rela menghilang dari kehidupanmu. Semoga ini melegakanmu. Tak ada yang salah dan tersakiti. Gw rela. Banyak kehidupan di luar sana yang begitu indah dan jauh lebih penting dari sekedar gw!&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; &#x22;&#x3E;(one day without him)&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Aku menulisnya lagi untuk mengingatkan diriku bahwa aku pernah membentur dinding demikian tebal hingga mendatangkan rasa sakit yang begitu pekat.&#x3C;br&#x3E;Seharusnya tak ada tangisan lagi. Toh sampai kiamat pun, permohonan untuk memilih kebangsaan saat dilahirkan tak akan pernah terkabul.</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/29/tentang_catatan_dua_tahun_lalu</guid>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 11:39:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Putri dan Lelaki Angin</title>
<description>&#x22;Ciumanku menyakitimu, Putri?&#x22; Lelaki Angin bertanya hati-hati.&#x3C;br&#x3E;&#x22;Nggak,&#x22; Putri menggeleng keras.&#x3C;br&#x3E;&#x22;Tapi mengapa kau menangis?&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Gpp,&#x22; Putri menggeleng lebih kuat lagi&#x3C;br&#x3E;&#x22;Kau tau, melihatmu menangis membuatku sakit,&#x22; suara Lelaki Angin terdengar pilu.&#x3C;br&#x3E;&#x22;Maukah kau menciumku sekali lagi?&#x22; Putri memejamkan mata. Bulir bening mengalir deras di pipinya.&#x3C;br&#x3E;Lelaki Angin tak menjawab. Dikecupnya bibir kekasihnya penuh kelembutan.&#x3C;br&#x3E;&#x22;Kau tidak menyakitiku, sayangku. Aku hanya sedang kacau. Aku takut pada benturan di &#x3C;a style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0); &#x22; href=&#x22;http://senandung.wordpress.com/2008/04/23/dinding/&#x22;&#x3E;dinding&#x3C;/a&#x3E; itu, yang meski tipis, bisa saja melukaiku. Padahal sudah kuimpikan tentang kelahiran anak-anak yang akan mewarisi sepercik nyala api ibunya,&#x22; jawab Putri. Dalam hati.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;*terselip di antara mimpi-mimpi tak beraturan, menjelang pagi*</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/28/Putri_dan_Lelaki_Angin</guid>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 03:51:53 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tentang Iblis yang Selalu Dibela*</title>
<description> &#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://img220.imageshack.us/img220/8837/munarmanle8.jpg&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Kemarin, saya baru saja membaca ajakan aksi menolak kekerasan dan menyikapi kelompok2 penebar kebencian dalam masyarakat di blog &#x3C;a style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0); &#x22; href=&#x22;http://andreasharsono.blogspot.com/2008/05/mari-pertahankan-indonesia-kita.html&#x22;&#x3E;Mas Andreas&#x3C;/a&#x3E; dan &#x3C;a style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0); &#x22; href=&#x22;http://nongmahmada.blogspot.com/2008/05/mari-pertahankan-indonesia-kita.html&#x22;&#x3E;Mbak Nong&#x3C;/a&#x3E;. Pikirku, sukurlah, masih ada sekelompok orang yang ga ikut gila ngelarang2 orang Ahmadiyah hidup di negeri ini. Kalo aksinya di sini, atau saya lagi di jakarta, pasti saya ikut bergabung.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Lalu beberapa menit setelahnya, saya membaca dan menyaksikan di tivi, tentang pemukulan terhadap mereka yang ikut aksi itu oleh sekelompok orang, &#x3C;a style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0); &#x22; href=&#x22;http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/01/15343159/direktur.eksekutif.icp.dan.wahid.institute.dipukuli.massa.fpi&#x22;&#x3E;FPI katanya&#x3C;/a&#x3E;. Mereka baru berkumpul, ketika tiba-tiba diserang massa yang membawa tongkat bambu, memukuli kepala, pelipis, tengkuk, punggung dan sebagainya. Mereka tak peduli pada jeritan ibu-ibu yang bahkan menggunakan kursi roda.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dan polisi, seperti di film2 India, selalu datang belakangan dan tak berbuat apa-apa. Sedemikian berkuasanya FPI sampe polisi pun tak berdaya? Mengapa aksi yang begitu telanjang di depan mata malah dibiarkan? Mengapa tidak ada yang ditangkap? Mengapa perlakuan polisi begitu berbe...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/27/Tentang_Iblis_yang_Selalu_Dibela</guid>
<pubDate>Tue, 3 Jun 2008 10:22:10 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kamis Putih untuk Korban Lapindo</title>
<description>&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://deteksi.files.wordpress.com/2008/05/banner-lapindo-deteksi-180-x-280-v2.gif&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;29 MEI dua tahun lalu, pertama kalinya lumpur panas menyembur dari sumur minyak dan gas milik Lapindo Brantas. Dua tahun berlalu, jumlah korban terus bertambah, lahan yang tergenang lumpur makin meluas, tapi hingga detik ini, tetap saja tak ada perhatian pemerintah dan PELAKU serta PEMILIK terhadap para korban. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Mereka, para korban masih sama seperti dulu, makin miskin, sengsara, uang makan dihentikan, digusur dari pengungsian, dan uang ganti rugi tak kunjung diberikan. Anak-anak tak bisa sekolah, para orangtua tak bisa mencari nafkah karena tempat mereka mencari makan pun sudah tenggelam dalam lumpur. &#x3C;a style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0); &#x22; href=&#x22;http://www.jatam.org/content/view/366/35/&#x22;&#x3E;Dua bulan lalu&#x3C;/a&#x3E;, lumpur Lapindo sudah menenggelamkan 12 desa, 34 gedung sekolah dari TK-SMA, 60.000 orang mengungsi, 87 industri skala rumahan sampe skala pabrik besar yang ditenggelamkan lumpur. Belum lagi fasilitas umum yang tak bisa digunakan lagi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kawasan tersebut dibiarkan &#x3C;a style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0); &#x22; href=&#x22;http://bergerak.blogspot.com/2008/01/simsalabim-inilah-neraka-ciptaan-ical.html&#x22;&#x3E;makin berbahaya dan jadi neraka&#x3C;/a&#x3E;. Sedikitnya 15 kali tanggul penahan lumpur jebol dan menggenangi kawasan sekitarny...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/26/Kamis_Putih_untuk_Korban_Lapindo</guid>
<pubDate>Wed, 28 May 2008 05:50:29 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>tentang pemberontakan</title>
<description>Apakah kalian pikir, menangkap dan menembaki mereka akan membuat anak-anak itu jera untuk berteriak dan melawan???&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0); &#x22;&#x3E;di sana bersemayam kemerdekaan&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0); &#x22;&#x3E;apabila engkau memaksa diam&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0); &#x22;&#x3E;aku siapkan untukmu: pemberontakan!&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Mereka bosan kalian terus berkelit. Berpura-pura lupa pernah mengatakan ini &#x3C;a href=&#x22;http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/11/07/2391.html&#x22;&#x3E;di sana&#x3C;/a&#x3E; dan &#x3C;a href=&#x22;http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&#x26;#x26;task=view&#x26;#x26;id=5998&#x26;#x26;Itemid=701&#x22;&#x3E;di sini&#x3C;/a&#x3E;. Lalu seenaknya menaikkan harga BBM.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada APBN tahun 2008. Penegasan tersebut disampaikan Presiden seusai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) baru, Laksamana Madya Sumardjono, di Istana Negara, Rabu (7/11) siang. &#x22;Tidak ada opsi itu karena kita cari solusi yang lain, yang cespleng. Paling tidak mengurangi dampak tanpa harus menimbulkan permasalahan pada masyarakat luas. Insya Allah kita carikan jalan terbaik,&#x22; kata Presiden kepada wartawan.&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; &#x22;&#x3E;&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; &#x22;&#x3E;Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi harga ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/25/tentang_pemberontakan</guid>
<pubDate>Sat, 24 May 2008 09:12:01 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tentang Perempuan di Hari Kartini</title>
<description> Apa yang bisa saya ceritakan tentang hari-nya para perempuan Indonesia hari ini? Melupakan himpitan hidup mbak2 penjual jamu gendong dengan menghadirkan profil para perempuan manajer? Mengabaikan perjuangan kaum buruh perempuan dengan mengeksplorasi berita tentang parfum dan panggung para selebriti yang memperingati hari Kartini?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ah, terlalu biasa. Saya ingin membagi cerita dari &#x3C;a href=&#x22;http://miskan.multiply.com&#x22;&#x3E;kawan saya&#x3C;/a&#x3E;, si anak Papua itu. Ketika seluruh perempuan dunia yang mengaku berpikir maju, lantang meneriakkan tentang pemberdayaan perempuan, sekelompok masyarakat di ujung timur negeri ini, sama sekali tak tersentuh. Mungkin daerah yang lebih dekat dengan pusat kekuasaan juga masih banyak yang mengalami ketertinggalan seperti warga Papua, tapi mungkin tak separah di sana, setidaknya menurut kawan saya itu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Cerita kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan terhadap perempuan, sudah menjadi ciri beberapa kelompok masyakarat adat di sana. Misalnya di masyarakat suku Amungme. Jika seorang suami tidak menyukai sikap is...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/24/Tentang_Perempuan_di_Hari_Kartini</guid>
<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 09:59:34 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>tentang mimpi matahari</title>
<description>jangan takut padaku&#x3C;br&#x3E;saya bukan penyantap mimpi&#x3C;br&#x3E;saya bukan api pemberangus asa&#x3C;br&#x3E;saya pun tak punya tali untuk mengikatmu&#x3C;br&#x3E;apalagi rantai besi berujung jangkar penambat hati&#x3C;br&#x3E;saya hanya ingin menjadi teman yang menyenangkan setiap waktu&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;* ya, juga diposting di &#x3C;a style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;&#x22; href=&#x22;http://senandung.wordpress.com/2008/03/09/jangan-takut/&#x22;&#x3E;blog satunya&#x3C;/a&#x3E; dengan judul berbeda&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/23/tentang_mimpi_matahari</guid>
<pubDate>Sun, 9 Mar 2008 06:05:31 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tentang Kematian Seorang Ibu Hamil</title>
<description>Boro2 ribut soal kandungan bakteri Sakazakii dalam kemasan susu bayi yang tercemar, Dg Basse yang tengah hamil tujuh bulan dan seorang anaknya malah mati kelaparan. Jangankan untuk beli susu bagi anaknya, makan sehari tiga kali aja ga pernah. Jangankan kenal yang namanya susu formula yang bikin cerdas, mereka cuma bisa makan nasi dan garam setiap hari [kalau berasnya ada].&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sediiiih sekali. Sekaligus maraaaah banget mendengar &#x3C;a href=&#x22;http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.01.11544056&#x26;amp;channel=1&#x26;amp;mn=2&#x26;amp;idx=6&#x22;&#x3E;berita itu&#x3C;/a&#x3E;. Membayangkan sebuah keluarga yang tinggal di lingkungan yang padat, punya banyak tetangga, tapi tak ada yang tau, Basse dan tiga anak kecilnya hanya makan bubur berbumbu garam sekali sehari agar bisa berhemat. Berjejal di satu ruangan di rumah panggung kontrakan yang tak sanggup dibayarnya meski bagi orang lain Rp 50.000 per bulan mungkin bukan jumlah yang sangat besar.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sementara di kompleks dekat rumah mereka, tinggal dengan nyaman keluarga2 pembesar, pejabat kota dan provinsi, yang saban hari mengurusi data-data orang miskin, namun tak sempat melihat ke...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/22/Tentang_Kematian_Seorang_Ibu_Hamil</guid>
<pubDate>Sun, 2 Mar 2008 08:25:46 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>puisi valentine versi gw...</title>
<description>Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita
Menggulingkan tiran

Aku mengenali mereka
yang tanpa tentara
mau berperang melawan diktator
dan yang tanpa uang
mau memberantas korupsi

Kawan-kawan
Kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan
Selalu dalam hidup ini?

~ Soe Hok Gie ~

puisi Gie ini saya comot sebagai hadiah valentine buat mereka yang tetap konsisten melawan lupa, buat mereka yang tidak diam dan bengong menonton penindasan, buat mereka yang tak kenal lelah meski harus berhadapan dengan para pengkhianat, buat mereka yang terus berjuang meski yang dihadapi adalah masa depan yang suram dan tak pasti.

* foto2 dipinjam tanpa izin dari</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/photos/album/4/puisi_valentine_versi_gw...</guid>
<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 08:38:04 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>TV Anda Rusak Juga?</title>
<description>Sejak kemarin migren saya kumat. Maka tadi pagi saya tak bisa bangun pagi untuk kerja. Capek. Tapi lamat2 dari tv di kamar sebelah saya berkali-kali mendengar suara &#x22;Pemirsa, mantan Presiden Bapak Haji Muhammad Soeharto, yang kita kenal sebagai bapak pembangunan, adalah sosok blablabla....&#x22; Wooo....kepala saya kian berdenyut2. Saya hapal suara itu, penyiar perempuan TVRI dari zaman duluuu banget. Konon katanya rumahnya tak jauh dari rumah orang yang sedang dibicarakannya, yang namanya selalu disebut sangat lengkap. Penyebutan nama itu mengingatkan saya pada pikiran kanak2 dulu. &#x22;Apakah &#x27;Presiden&#x27; adalah sepotong dari namanya? Nama: Soeharto. Nama lengkap: Presiden Soeharto.&#x22; Hihihi...bodoh kali saya nih!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Lalu, untuk menetralkan telinga, saya juga nyalain tipi di kamar [yang stengah tahun ini jarang banget saya sentuh]. Tapi ini malah bikin saya makin pening. Karena gambarnya ternyata seragam. Ekslusif TVRI. Warnanya lebih bening daripada channel TVRI sendiri. Oh God! Apa tipi saya rusak...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/21/TV_Anda_Rusak_Juga</guid>
<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 04:29:58 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tentang Andrea Hirata</title>
<description> &#x3C;i&#x3E;Ini seri kedua tentang profil orang-orang yang menurut saya membawa kesan dan pelajaran dalam hidup, yang juga saya muat &#x3C;a style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0);&#x22; href=&#x22;http://senandung.wordpress.com/2008/01/26/kesan-2/&#x22;&#x3E;di blog satunya.&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/i&#x3E;SAYA mengenalnya dari buku. Suatu hari di penghujung tahun 2005, saya ke toko buku dan tertarik membaca bagian belakang sampul Laskar Pelangi (LP). Tak pikir panjang, saya membelinya, menamatkannya esok harinya. Sepekan setelah itu, saya ke toko buku lagi, nemenin temenku beli buku yang sama. Saya dan temenku, harus punya buku itu, masing-masing. Terlalu bagus untuk tidak dikoleksi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Suatu hari di pertengahan 2006, seorang teman di Makassar, &#x3C;a style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0);&#x22; href=&#x22;http://pecandubuku.blogspot.com&#x22;&#x3E;Aan si pecandu buku&#x3C;/a&#x3E;, memintaku untuk jadi panelis di talk show radio yang sedang ditanganinya. Acara radio itu khusus bicara soal buku. Saya tanya, &#x22;Apa tak ada orang lain di Makassar sampe harus nyebrang lautan nyari narasumber?&#x22; Dia bilang, &#x22;Saya tau kamu suka buku Andrea Hirata. Mungkin tepat kalo kamu jadi panelis. Kamu dapet giliran pertama untuk bicara, setelah itu Andrea Hirata.&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;What? Saya terlonjak! Bener2 ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/20/Tentang_Andrea_Hirata</guid>
<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 08:12:28 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tentang Hari Tua Seorang Perempuan</title>
<description>Kemarin siang, setelah menghilangkan kegerahan dengan memangkas rambut, saya ke rumah sakit. Rupanya ibu kantin yang abis kecelakaan hari Senin lalu, masih harus nginep di rumah sakit. Setiap bangun, kepalanya masih pusing. Oleh dokter, dia masih diharuskan tinggal di sana meski katanya setelah difoto, kepalanya nggak apa2.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ruang perawatan ibu kantin berada di ujung kompleks rumah sakit. Dalam satu ruangan, ada empat tempat tidur, tapi hanya ada tiga pasien, termasuk ibu kantin. Saat saya tiba, bapak kantin sedang menikmati makan siangnya. Jadi saya ngobrol2 dengan ibu kantin. Tapi tak banyak yang kami obrolkan. Ibu kantin belum bisa banyak ngobrol dan bergerak. Kami berdua hanya memperhatikan pasien lain di ruangan itu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kami berdua tertarik dengan pasien di sudut yang berlawanan dengan tempat tidur ibu kantin. Pasien perempuan, rambutnya udah memutih. Suster memanggilnya ibu Maria. Suaminya, juga udah tua. Badannya mulai bongkok. Tapi rambutnya masih hitam, selegam alisnya. Mereka berdu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/19/Tentang_Hari_Tua_Seorang_Perempuan</guid>
<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 12:24:34 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tentang Perempuan Tangguh</title>
<description>Kesan-1&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Berapa orang yang meninggalkan kesan mendalam di hidup Anda? Lebih dua puluh tahun terlahir ke bumi, saya punya beberapa, kalau tak bisa dibilang banyak. Buat saya, semua orang punya kesan, semua orang memberiku pelajaran. Saya ingin mulai mengumpulkan cerita2 tentang mereka, agar kisahnya abadi, menjadi pelajaran buat saya. Syukur2 kalo juga jadi pelajaran hidup buat orang lain yang membacanya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tentang Perempuan Tangguh&#x3C;br&#x3E;PERTENGAHAN Desember 2007 saya mengenal &#x3C;a href=&#x22;http://dianlestariningsih.multiply.com&#x22;&#x3E;Dian&#x3C;/a&#x3E;. Dian Lestariningsih lengkapnya. Kami tergabung dalam satu kelas menulis. Awalnya, saya agak segan mendahuluinya untuk ngobrol. Penampilannya, cuek, tomboy abis [saya seperti bercermin ke masa lalu, hehehe...] sehingga rasanya tak ada celah untuk memulai obrolan. Tapi saat perkenalan diri, saya cukup tersentak dengan kalimatnya. &#x22;Uh, malu gw punya mulut Jawa kek gini,&#x22; sambil menampar pelan mulutnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Iya, di tengah kelas yang banyak berbicara soal Indonesia yang sarat persoalan diskriminasi dan ketidakadilan, konflik ant...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/18/Tentang_Perempuan_Tangguh</guid>
<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 10:15:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>per-empu-an</title>
<description>ga tau kenapa akhir2 gw sering banget tiba2 sedih. dan ga jelas penyebabnya apa. tau2 sediiih aja.&#x3C;br&#x3E;&#x22;aaah, perempuan!&#x22; kata temen saya&#x3C;br&#x3E;lalu kenapa kalo perempuan? sedih, sentimentil, melow, semuanya bawaan orok? kata siapa?&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/17/per-empu-an</guid>
<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 12:00:11 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>mahkamah rakyat</title>
<description>aaahhh...akhirnya gw ingat lagu itu&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;mahkamah rakyat solusi paling tepat&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E;benteng kebenaran dan keadilan rakyat&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E;adili soeharto di mahkamah rakyat&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E;demi terciptanya keadilan bersama&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E;mahkamah rakyat oi oi, mahkamah rakyat oi oi&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E;mahkamah rakyat solusi paling tepat!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;gw lagi kesel sama &#x3C;a href=&#x22;http://pengkhianat&#x22;&#x3E;kamu&#x3C;/a&#x3E;, &#x3C;a href=&#x22;http://mupeng&#x22;&#x3E;kamu&#x3C;/a&#x3E;, &#x3C;a href=&#x22;http://pendusta&#x22;&#x3E;kamu&#x3C;/a&#x3E;, dan &#x3C;a href=&#x22;http://tebal.muka&#x22;&#x3E;kamu&#x3C;/a&#x3E;! gw, lagi terbakar amarah sendirian!</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/16/mahkamah_rakyat</guid>
<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 08:38:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Berita Seragam Setting-an Siapa?</title>
<description>Mungkin detik ini, seluruh mata di republik Indopahit, melihat ke satu arah, &#x3C;a href=&#x22;http://bergerak.blogspot.com/2008/01/menunggu-kematian-paman-gober.html&#x22;&#x3E;berita&#x3C;/a&#x3E;! Baik di televisi, koran (terbitan pagi-siang-sore-malem) dan internet. Isinya seragam, si anu menjenguk siapa. Mereka mungkin ga sadar, besok, ketika bangun pagi2, mereka ga bisa lagi membeli apa2 untuk mengisi perut. Karena harga kedelai dan terigu, bahan makanan rakyat jelata, melonjak semua. Terpaksa tempe dicampur singkong. Balik ke zaman awal peradaban? Makannya singkong?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Media, menurut gw, udah over expose. Tak ada lagi yang mengingat soal keseimbangan. Semua satu suara, satu muara, pemaafan. Herannya, yang berlomba2 memberi maaf justru bukan orang-orang yang tersakiti oleh u-know-who! [&#x26;lt;i&#x26;gt;ouh, saya pun melakukan itu. saya heran melihat Guruh di layar tivi. Tak ingatkah dia tentang kasus Dokter Hewan buat sang ayah? tapi sudahlah, itu hak dia. Dan Guruh memang bukan Rahma&#x26;lt;/i&#x26;gt;]&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Setting siapa sih ini? Hanya ada dua nama! Pemilik kepentingan dan pemilik media. Siapa pemilik media di negeri...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/15/Berita_Seragam_Setting-an_Siapa</guid>
<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 12:06:13 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Menunggu Kematian Paman Gober</title>
<description>Fiksi, bukan fakta. Sebaliknya, fakta bukan fiksi. Maka sebuah karya fiksi memang tak bisa dikategorikan karya jurnalistik, meski didasarkan pada sebuah kisah nyata. Tapi saya suka karya2 fiksi semacam itu, seperti yang dibuat oleh Seno Gumira Ajidarma. Sama sukanya saya dengan karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Berikut, saya mengambil cerpen karya Seno Gumira Ajidarma ini dari sebuah milis yang entah telah mengalami berapa kali copy-paste sehingga saya tak mencantumkan lagi sumber milisnya. Sangat relevan dengan kondisi kekinian sebuah negeri antah berantah. Saya juga memuatnya di &#x3C;a href=&#x22;http://bergerak.blogspot.com&#x22;&#x3E;blog saya yang lain&#x3C;/a&#x3E;.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Menunggu Kematian Paman Gober&#x3C;br&#x3E;Oleh: Seno Gumira Ajidarma&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Kematian paman gober ditunggu-tunggu semua bebek. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu-nunggu saat itu. Setiap kali penduduk Kota Bebek membuka koran, yang mereka ingin ketahui hanya satu hal : apakah hari ini Paman Gober sudah mati. Paman Gober memang terlalu kuat, terlalu licin, dan bertambah kaya setiap hari. Gudang-g...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/14/Menunggu_Kematian_Paman_Gober</guid>
<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 09:30:15 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tiket untuk Musrifah</title>
<description>&#x3C;P&#x3E;Sudah empat kali perempuan itu berpindah tempat duduk. Dua kali di bangku yang menghadap televisi, dan dua kali ke bangku yang menghadap lapangan parkir pesawat. Dia selalu melihat ke arahku, tersenyum kecil, mengibas-ngibaskan secarik kertas, mungkin tiket. Saya ragu membalas senyumnya karena tak cuma kami berdua di ruangan itu.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Kini kali kelima, dia beringsut ke arahku. &#x22;Permisi,&#x22; katanya, lalu duduk di bangku kosong antara saya dan seorang ibu paruh baya. &#x22;Mbak beli tiket harga berapa? Ke Semarang, bukan?&#x22; tanyanya setelah saya membalas anggukan dan senyumnya.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Saya menyebutkan angka dan matanya sedikit terbelalak. Dengan gerakan buru-buru, ikat rambutnya yang telah rapi dilepas lalu disisir dengan jari, dan diikatnya lagi. &#x22;Dua ratus ribu? Awak dikasih sama ajen 600 ribu, lebih.&#x22; Bibirnya masih bergerak-gerak tapi tak ada tambahan kata-kata dari mulutnya. Hanya gigi gingsul di ujung bibir kanannya yang menyembul.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;&#x22;Tadi beli tiket dimana?&#x22; tanyaku.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;&#x22;Di bawah sana, sama ajen. Awak tad...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/13/Tiket_untuk_Musrifah</guid>
<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 05:20:35 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>tkw-1</title>
<description>&#x3C;P&#x3E;Dalam gelisahnya, perempuan itu menatapku, berkali-kali. Kuputuskan memberinya seulas senyum. Lalu dia beringsut mendekatiku. Namanya bagus, meski gw ga tau artinya, Hidayatul Musrifah. Tak lama ceritanya mengalir tanpa bisa kubendung. Saat bercerita, matanya merah dan basah. Seketika itu, rasanya gw ingin memeluknya, seperti pelukan kakak pada adiknya. Tapi, sepertinya dia tak butuh lagi. Karena setelah menumpahkan semua ceritanya, perempuan itu mulai bisa tergelak dan membuat orang-orang di sekeliling kami menoleh dan ikut tersenyum.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Hidayatul Musrifah, perempuan belia itu, baru berusia 20 tahun. Empat tahun lalu, setamat SMP, dia nekat ke Malaysia menjadi TKW. Tak pamit pada dua orangtua yang membuatnya kecewa karena tak mampu menyekolahkannya. Setelah dua tahun bekerja pada majikan baik tapi banyak anak dengan gaji Rp 1,3 juta per bulan, dia pulang. Rindunya tak terbendung. Itu kali pertama dia menghubungi keluarganya setelah dua tahun menghilang. Tangis haru menyongsongnya. Tapi d...</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/12/tkw-1</guid>
<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 09:30:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>amnesia</title>
<description>&#x3C;P&#x3E;obrolan suatu malam di ruang redaksi&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;gw: ya ampun, &#x3C;A href=&#x22;http://bergerak.blogspot.com/2007/11/ssstttbesan-katanya-terlibat.html&#x22;&#x3E;berita ini&#x3C;/A&#x3E; harus masuk. ga kesian apa, korban lumpur....? :(&#x3C;BR&#x3E;dia: alah, yat! makanya jalan-jalan dong. Di sana itu udah sepi, ga ada apa2 lagi&#x3C;BR&#x3E;gw: emang udah ga ada apa2, udah ditenggelamkan semua *geram*&#x3C;BR&#x3E;dia: beneran ini. di sana udah jadi tempat wisata, banyak yang berkunjung untuk nonton aja.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;*zigghhh...! iyaaaa...sorry, gw emang telat masuk kelas pelajaran amnesia! X-(&#x3C;/P&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/11/amnesia</guid>
<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 03:56:04 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>tunjangan</title>
<description>&#x3C;P&#x3E;UU Perkawinan no 1 tahun 1974 pasal 31 dan 34 mengatur, kepala keluarga adalah pihak laki-laki atau suami. Lalu UU ketenagakerjaan mengatakan, yang berhak memperoleh tunjangan kerja adalah kepala keluarga. Lalu dimana tempat perempuan? Jauh di lorong gelap dan termarginalkan. Bagaimana dengan ibu, yang menjadi orangtua tunggal? Disuruh nikah lagi dengan lelaki yang ingin berpoligami sebab UU yang sama membolehkan lelaki memiliki lebih dari satu istri.&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Wajar, karena pembuat aturan memang para lelaki.&#x3C;/P&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/9/tunjangan</guid>
<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 10:23:09 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>